Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Selamat Datang Di Situs Kami
Bismilahirrahmanirrahim
Tafsir Mimpi atau Arti mimpi ini Sebagian Besar Di ambil dari Kitab Ta'bir Ru'yah Shoghir karya Ulama Besar Syekh Muhammad Bin Sirrin. Disertai Dengan Contoh dan Kisah nyata dari berbagai Sumber Semoga Bisa Bermanfaat. Serta Artikel artikel Islami, Semoga Menambah Hasanah Ke Islaman Kita... Amin
📓📕📗📘📙📔
*ARTIKEL MALAM*
Hari/Tgl. : Selasa, 30 Oktober 2018
21 Safar 1440 H
No. : 1302/AM/KOM/X/2018
Materi : Hadits
Tujuan : KUTUBer & Umum
========= ❁❁❁❁ =========
🌾🌾🌻🌾🌾🌻🌾🌾🌻🌾🌾
🌺 Hadist Arba'in Ke 35 : Ukhuwah dan Hak-Hak Muslim (Bag. 3)
📚 Al-Wafi; Imam Nawawi; DR.Musthafa Dieb al-Bugha
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : لاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَنَاجَشُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُوْنُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَاناً . الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَكْذِبُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ . التَّقْوَى هَهُنَا –وَيُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ – بِحَسَبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ [رواه مسلم]
Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Jangan saling menghasud, saling menipu, saling membenci, saling membelakangi, dan jangan membeli barang yang telah dibeli orang lain. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Orang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Karena itu, tidak menzhaliminya, tidak menelantarkannya, tidak membohonginya, dan tidak melecehkannya. Takwa itu di sini, [sambil menunjuk dadanya tiga kali]. Cukuplah seseorang dikategorikan jahat jika dia menghina saudaranya sesama muslim. Darah, harta, dan kehormatan setiap muslim adalah suci terpelihara.” (HR. Muslim)
c. Dilarang berdusta dan mendustakan.
Di antara hak seorang muslim lainnya adalah berkata jujur dan mempercayai perkataan saudaranya. Termasuk menodai amanat apabila memberitakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya, atau pembicaraannya bertentangan dengan hakekat sebenarnya, terutama jika tampak pada orang yang diajak bicara bahwa ia mempercayai pembicaraan itu.
Nawas bin Sam’an ra. berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Pengkhianatan yang besar adalah ketika saudaramu berbicara jujur kepadamu tetapi kamu berdusta kepadanya.” (HR. Ahmad).
Berdusta bukan untuk tujuan kemashlahatan, persahabatan, menjaga nyawa dan harta adalah penipuan dan pengkhianatan. Rasulullah SAW bersabda: “Jika seorang hamba berbohong dengan suatu kebohongan, maka malaikat akan menjauh satu mil darinya karena busuknya apa yang keluar dari kebohongan itu.”
d. Dilarang menghinanya.
Seorang muslim dilarang menganggap remeh saudaranya. Hendaklah memposisikan saudaranya pada posisi semestinya. Karena ketika Allah menciptakannya, Dia tidak menghinakannya, tetapi memuliakannya, meninggikannya, mengajaknya berbicara, dan memeliharanya. Maka menghina kepadanya merupakan tindakan yang melampaui batas terhadap Allah , karena dia telah bersikap sombong yang merupakan dosa besar. Oleh karena itu Rasulullah SAW. bersabda, “Cukuplah seorang hamba berbuat jahat bila ia menghina saudaranya sesama muslim.” Penghinaan muncul dari kesombongan, sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim, bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Sombong adalah menolak kebenaran dan menghina manusia.”
Imam Ahmad meriwayatkan, “Sombong adalah tidak mengetahui kebenaran dan menghina manusia.” Dalam riwayat lain, “Tidak menghargai manusia. Dia melihat manusia bukan apa-apa.” Hal itu karena orang yang sombong melihat dirinya sempurna, sementara orang lain banyak kekurangannya, maka ia mengecilkan dan menghinakan mereka. sombong adalah keburukan yang paling besar, karena ia akan memasukkan pemiliknya ke dalam neraka dan menjauhkannya dari surga.
Dari shahih Muslim disebutkan, “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi kesombongan.” Haritsah bin Wahhab ra. berkata, bahwa Rasulullah bersabda, “Tidaklah ingin aku beritahukan kepada kalian tentang ahli surga? Yaitu setiap orang lemah yang dianggap lemah, yang jika berjanji kepada Allah ia memenuhinya. Tidakkah kalian ingin aku beritahukan tentang penghuni neraka? yaitu semua orang yang kasar, tidak sabaran, dan sombong.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Bersambung...
★★★★
🌾🌾🌻🌾🌾🌻🌾🌾🌻🌾🌾
=============================
👳🏻Konsultasi: https://wa.me/6281254571543 (Apry Zakaria Ramadhan)
📲 Info KUTUB : Bit.ly/media_kutub
-----------**-----------
═❁💰SEDEKAH KUTUB💰❁ ═
💰 Bank Muamalat Nomor rekening: 3180005019
💳 Ac : Komunitas Tahajjud Berantai atau Ke Member Account KUTUB masing-masing (bagi yang sudah mendapatkan identitas member Kutub)
📱Konfirmasi : https://wa.me/ 085749376876 (Bendahara KUTUB)
❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁
✊ *Mengokohkan Langkah, Menggelorakan Istiqamah (OMGT)*
Aang
10.46
New Google SEO
Bandung, Indonesia*ARTIKEL MALAM*
Hari/Tgl. : Selasa, 30 Oktober 2018
21 Safar 1440 H
No. : 1302/AM/KOM/X/2018
Materi : Hadits
Tujuan : KUTUBer & Umum
========= ❁❁❁❁ =========
🌾🌾🌻🌾🌾🌻🌾🌾🌻🌾🌾
🌺 Hadist Arba'in Ke 35 : Ukhuwah dan Hak-Hak Muslim (Bag. 3)
📚 Al-Wafi; Imam Nawawi; DR.Musthafa Dieb al-Bugha
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : لاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَنَاجَشُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُوْنُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَاناً . الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَكْذِبُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ . التَّقْوَى هَهُنَا –وَيُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ – بِحَسَبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ [رواه مسلم]
Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Jangan saling menghasud, saling menipu, saling membenci, saling membelakangi, dan jangan membeli barang yang telah dibeli orang lain. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Orang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Karena itu, tidak menzhaliminya, tidak menelantarkannya, tidak membohonginya, dan tidak melecehkannya. Takwa itu di sini, [sambil menunjuk dadanya tiga kali]. Cukuplah seseorang dikategorikan jahat jika dia menghina saudaranya sesama muslim. Darah, harta, dan kehormatan setiap muslim adalah suci terpelihara.” (HR. Muslim)
c. Dilarang berdusta dan mendustakan.
Di antara hak seorang muslim lainnya adalah berkata jujur dan mempercayai perkataan saudaranya. Termasuk menodai amanat apabila memberitakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya, atau pembicaraannya bertentangan dengan hakekat sebenarnya, terutama jika tampak pada orang yang diajak bicara bahwa ia mempercayai pembicaraan itu.
Nawas bin Sam’an ra. berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Pengkhianatan yang besar adalah ketika saudaramu berbicara jujur kepadamu tetapi kamu berdusta kepadanya.” (HR. Ahmad).
Berdusta bukan untuk tujuan kemashlahatan, persahabatan, menjaga nyawa dan harta adalah penipuan dan pengkhianatan. Rasulullah SAW bersabda: “Jika seorang hamba berbohong dengan suatu kebohongan, maka malaikat akan menjauh satu mil darinya karena busuknya apa yang keluar dari kebohongan itu.”
d. Dilarang menghinanya.
Seorang muslim dilarang menganggap remeh saudaranya. Hendaklah memposisikan saudaranya pada posisi semestinya. Karena ketika Allah menciptakannya, Dia tidak menghinakannya, tetapi memuliakannya, meninggikannya, mengajaknya berbicara, dan memeliharanya. Maka menghina kepadanya merupakan tindakan yang melampaui batas terhadap Allah , karena dia telah bersikap sombong yang merupakan dosa besar. Oleh karena itu Rasulullah SAW. bersabda, “Cukuplah seorang hamba berbuat jahat bila ia menghina saudaranya sesama muslim.” Penghinaan muncul dari kesombongan, sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim, bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Sombong adalah menolak kebenaran dan menghina manusia.”
Imam Ahmad meriwayatkan, “Sombong adalah tidak mengetahui kebenaran dan menghina manusia.” Dalam riwayat lain, “Tidak menghargai manusia. Dia melihat manusia bukan apa-apa.” Hal itu karena orang yang sombong melihat dirinya sempurna, sementara orang lain banyak kekurangannya, maka ia mengecilkan dan menghinakan mereka. sombong adalah keburukan yang paling besar, karena ia akan memasukkan pemiliknya ke dalam neraka dan menjauhkannya dari surga.
Dari shahih Muslim disebutkan, “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat sebesar biji sawi kesombongan.” Haritsah bin Wahhab ra. berkata, bahwa Rasulullah bersabda, “Tidaklah ingin aku beritahukan kepada kalian tentang ahli surga? Yaitu setiap orang lemah yang dianggap lemah, yang jika berjanji kepada Allah ia memenuhinya. Tidakkah kalian ingin aku beritahukan tentang penghuni neraka? yaitu semua orang yang kasar, tidak sabaran, dan sombong.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Bersambung...
★★★★
🌾🌾🌻🌾🌾🌻🌾🌾🌻🌾🌾
=============================
👳🏻Konsultasi: https://wa.me/6281254571543 (Apry Zakaria Ramadhan)
📲 Info KUTUB : Bit.ly/media_kutub
-----------**-----------
═❁💰SEDEKAH KUTUB💰❁ ═
💰 Bank Muamalat Nomor rekening: 3180005019
💳 Ac : Komunitas Tahajjud Berantai atau Ke Member Account KUTUB masing-masing (bagi yang sudah mendapatkan identitas member Kutub)
📱Konfirmasi : https://wa.me/ 085749376876 (Bendahara KUTUB)
❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁
✊ *Mengokohkan Langkah, Menggelorakan Istiqamah (OMGT)*
📓📕📗📘📙📔
*ARTIKEL MALAM*
Hari/Tgl. : Selasa, 02 Oktober 2018
23 Muharram 1439 H
No. : 1276/AM/KOM/X/2018
Materi : Hadits
Tujuan : KUTUBer & Umum
========= ❁❁❁❁ =========
🌾🌾🌻🌾🌾🌻🌾🌾🌻🌾🌾
🌺 Hadist Arba'in Ke 35 : Ukhuwah dan Hak-Hak Muslim (Bag. 3)
📚 Al-Wafi; Imam Nawawi; DR.Musthafa Dieb al-Bugha
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : لاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَنَاجَشُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُوْنُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَاناً . الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَكْذِبُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ . التَّقْوَى هَهُنَا –وَيُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ – بِحَسَبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ [رواه مسلم]
Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Jangan saling menghasud, saling menipu, saling membenci, saling membelakangi, dan jangan membeli barang yang telah dibeli orang lain. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Orang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Karena itu, tidak menzhaliminya, tidak menelantarkannya, tidak membohonginya, dan tidak melecehkannya. Takwa itu di sini, [sambil menunjuk dadanya tiga kali]. Cukuplah seseorang dikategorikan jahat jika dia menghina saudaranya sesama muslim. Darah, harta, dan kehormatan setiap muslim adalah suci terpelihara.” (HR Muslim)
3. Larangan Saling Membenci
a. Definisi benci.
Benci adalah sikap tidak suka. Sikap seperti ini telah dilarang oleh Rasulullah saw. karena umat Islam adalah bersaudara, yang saling menyayangi dan mencintai. Karenanya mereka dilarang saling benci, kecuali kebencian karena Allah.
Allah swt berfirman :
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara." (QS. Al-Hujurat :10)
Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku dalam genggaman-Nya, kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman, dan tidak akan beriman kecuali saling mencintai…”
b. Hukum membenci.
Saling benci biasanya dilakukan antara dua kubu. Adakalanya kebencian tersebut bermuara dari kedua belah pihak, ada kalanya hanya dari salah satu pihak. Kebencian sifatnya karena Allah swt, hukumnya bisa wajib dan bisa sunnah. Namun jika didasari karena selain Allah maka hukumnya haram.
Allah swt. berfirman:
يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّى وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَآءَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuh-mu menjadi teman-teman setia.” (QS. Al-Mumtahanah: 1)
Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan memberi karena Allah, maka imannya telah sempurna.”
Karena itu seorang muslim diwajibkan untuk senantiasa mengingatkan dirinya sendiri dan menghindari kebencian yang disebabkan karena dorongan hawa nafsu semata, karena kebencian tersebut tidak diperbolehkan.
c. Diharamkannya perkara-perkara yang mendatangkan permusuhan dan kebencian.
Itulah hikmah diharamkannya minuman keras dan judi.
Allah swt berfiman:
إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطٰنُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ
الْعَدٰوَةَ وَالْبَغْضَآءَ فِى الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُّنْتَهُونَ
"Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan sholat, maka tidakkah kamu mau berhenti?" (QS. Al-Ma'idah : 91)
Allah juga mengharamkan namimah (menyebarkan keburukan orang lain) karena namimah dapat menyebabkan permusuhan dan saling benci. Itu semua mengindikasikan betapa Allah swt. benar-benar menghendaki persatuan antar umat Islam. Indikasi tersebut terkesan kuat manakala Allah membolehkan berbohong untuk kepentingan Ishlah (perdamaian).
Allah swt berfirman:
لَّا خَيْرَ فِى كَثِيرٍ مِّنْ نَّجْوٰىهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلٰحٍۢ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَآءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
"Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barang siapa berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar." (QS. An-Nisa' : 114)
d. Pentingnya penyatuan hati.
Menyatukan hati dan saling kasih sayang adalah pemberian Allah swt yang sangat berharga.
Allah swt berfirman:
وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوٰنًا
“Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadikan kamu karena nikmat Allah orang yang bersaudara.” (Ali ‘Imraan: 103)
Allah swt berfirman:
هُوَ الَّذِىٓ أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِۦ وَبِالْمُؤْمِنِينَ
وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ ۚ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِى الْأَرْضِ جَمِيعًا مَّآ أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلٰكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۚ
“Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan orang-orang mukmin. Dia-lah (pula) yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka.” (QS. Al-Anfaal: 62-63)
★★★★
🌾🌾🌻🌾🌾🌻🌾🌾🌻🌾🌾
=============================
👳🏻Konsultasi: https://wa.me/6281254571543 (Apry Zakaria Ramadhan)
📲 Info KUTUB : Bit.ly/media_kutub
-----------**-----------
═❁💰SEDEKAH KUTUB💰❁ ═
💰 Bank Muamalat Nomor rekening: 3180005019
💳 Ac : Komunitas Tahajjud Berantai atau Ke Member Account KUTUB masing-masing (bagi yang sudahu mendapatkan identitas member Kutub)
📱Konfirmasi : https://wa.me/ 085749376876 (Bendahara KUTUB)
❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁
✊🏻 Mengokohkan Langkah, Menggelorakan Istiqamah (OMGT)
Aang
04.23
New Google SEO
Bandung, Indonesia*ARTIKEL MALAM*
Hari/Tgl. : Selasa, 02 Oktober 2018
23 Muharram 1439 H
No. : 1276/AM/KOM/X/2018
Materi : Hadits
Tujuan : KUTUBer & Umum
========= ❁❁❁❁ =========
🌾🌾🌻🌾🌾🌻🌾🌾🌻🌾🌾
🌺 Hadist Arba'in Ke 35 : Ukhuwah dan Hak-Hak Muslim (Bag. 3)
📚 Al-Wafi; Imam Nawawi; DR.Musthafa Dieb al-Bugha
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : لاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَنَاجَشُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُوْنُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَاناً . الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَكْذِبُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ . التَّقْوَى هَهُنَا –وَيُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ – بِحَسَبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ [رواه مسلم]
Abu Hurairah ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Jangan saling menghasud, saling menipu, saling membenci, saling membelakangi, dan jangan membeli barang yang telah dibeli orang lain. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Orang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Karena itu, tidak menzhaliminya, tidak menelantarkannya, tidak membohonginya, dan tidak melecehkannya. Takwa itu di sini, [sambil menunjuk dadanya tiga kali]. Cukuplah seseorang dikategorikan jahat jika dia menghina saudaranya sesama muslim. Darah, harta, dan kehormatan setiap muslim adalah suci terpelihara.” (HR Muslim)
3. Larangan Saling Membenci
a. Definisi benci.
Benci adalah sikap tidak suka. Sikap seperti ini telah dilarang oleh Rasulullah saw. karena umat Islam adalah bersaudara, yang saling menyayangi dan mencintai. Karenanya mereka dilarang saling benci, kecuali kebencian karena Allah.
Allah swt berfirman :
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara." (QS. Al-Hujurat :10)
Diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku dalam genggaman-Nya, kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman, dan tidak akan beriman kecuali saling mencintai…”
b. Hukum membenci.
Saling benci biasanya dilakukan antara dua kubu. Adakalanya kebencian tersebut bermuara dari kedua belah pihak, ada kalanya hanya dari salah satu pihak. Kebencian sifatnya karena Allah swt, hukumnya bisa wajib dan bisa sunnah. Namun jika didasari karena selain Allah maka hukumnya haram.
Allah swt. berfirman:
يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّى وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَآءَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuh-mu menjadi teman-teman setia.” (QS. Al-Mumtahanah: 1)
Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan memberi karena Allah, maka imannya telah sempurna.”
Karena itu seorang muslim diwajibkan untuk senantiasa mengingatkan dirinya sendiri dan menghindari kebencian yang disebabkan karena dorongan hawa nafsu semata, karena kebencian tersebut tidak diperbolehkan.
c. Diharamkannya perkara-perkara yang mendatangkan permusuhan dan kebencian.
Itulah hikmah diharamkannya minuman keras dan judi.
Allah swt berfiman:
إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطٰنُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ
الْعَدٰوَةَ وَالْبَغْضَآءَ فِى الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ مُّنْتَهُونَ
"Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan sholat, maka tidakkah kamu mau berhenti?" (QS. Al-Ma'idah : 91)
Allah juga mengharamkan namimah (menyebarkan keburukan orang lain) karena namimah dapat menyebabkan permusuhan dan saling benci. Itu semua mengindikasikan betapa Allah swt. benar-benar menghendaki persatuan antar umat Islam. Indikasi tersebut terkesan kuat manakala Allah membolehkan berbohong untuk kepentingan Ishlah (perdamaian).
Allah swt berfirman:
لَّا خَيْرَ فِى كَثِيرٍ مِّنْ نَّجْوٰىهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلٰحٍۢ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذٰلِكَ ابْتِغَآءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
"Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barang siapa berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, maka kelak Kami akan memberinya pahala yang besar." (QS. An-Nisa' : 114)
d. Pentingnya penyatuan hati.
Menyatukan hati dan saling kasih sayang adalah pemberian Allah swt yang sangat berharga.
Allah swt berfirman:
وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَآءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِۦٓ إِخْوٰنًا
“Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadikan kamu karena nikmat Allah orang yang bersaudara.” (Ali ‘Imraan: 103)
Allah swt berfirman:
هُوَ الَّذِىٓ أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِۦ وَبِالْمُؤْمِنِينَ
وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ ۚ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِى الْأَرْضِ جَمِيعًا مَّآ أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلٰكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۚ
“Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan dengan orang-orang mukmin. Dia-lah (pula) yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka.” (QS. Al-Anfaal: 62-63)
★★★★
🌾🌾🌻🌾🌾🌻🌾🌾🌻🌾🌾
=============================
👳🏻Konsultasi: https://wa.me/6281254571543 (Apry Zakaria Ramadhan)
📲 Info KUTUB : Bit.ly/media_kutub
-----------**-----------
═❁💰SEDEKAH KUTUB💰❁ ═
💰 Bank Muamalat Nomor rekening: 3180005019
💳 Ac : Komunitas Tahajjud Berantai atau Ke Member Account KUTUB masing-masing (bagi yang sudahu mendapatkan identitas member Kutub)
📱Konfirmasi : https://wa.me/ 085749376876 (Bendahara KUTUB)
❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁❁═❁
✊🏻 Mengokohkan Langkah, Menggelorakan Istiqamah (OMGT)

