Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Selamat Datang Di Situs Kami
Bismilahirrahmanirrahim
Tafsir Mimpi atau Arti mimpi ini Sebagian Besar Di ambil dari Kitab Ta'bir Ru'yah Shoghir karya Ulama Besar Syekh Muhammad Bin Sirrin. Disertai Dengan Contoh dan Kisah nyata dari berbagai Sumber Semoga Bisa Bermanfaat. Serta Artikel artikel Islami, Semoga Menambah Hasanah Ke Islaman Kita... Amin
- Keadaan-Nya yang melihat
- Mustahil Alloh SWT ﻛﻮﻧﻪ ﺃﻋﻤﻰ Keadaan-Nya yang buta
- Mustahil Alloh SWT ﻛﻮﻧﻪ ﺃﻋﻤﻰ Keadaan-Nya yang buta
19. Bashiirun
Bashiirun berarti bahwa Allah Maha Melihat, maka mustahil Allah bersifat Buta .dalilnya sama dengan dalil sifat “Bashor”
Dalilnya firman Allah swt surat Al-Hujuroot : 18
Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. dan Allah Mahamelihat apa yang kamu kerjakan.
Sifat Alloh SWT Mutakaliman
- Mustahil Alloh SWT ﻛﻮﻧﻪ ﺃﺑﻜﻢ Keadaan-Nya yang bisu
20. Mutakallimun
Mutakallimun berarti bahwa Allah maha berbicara, maka mustahil Allah bisu. Dalilnyasama dengan sifat ”kalam”.
Firman Allah swt surat An-Nisa 164 :
Dan (kami telah mengutus) Rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentangmereka kepadamu dahulu, dan Rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang merekakepadamu. dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung [381].
[381] Allah berbicara langsung dengan Nabi Musa a.s. merupakan keistimewaan NabiMusa a.s., dan karena Nabi Musa a.s. disebut: Kalimullah sedang Rasul-rasul yanglain mendapat wahyu dari Allah dengan perantaraan Jibril. dalam pada itu NabiMuhammad s.a.w. pernah berbicara secara langsung dengan Allah pada malam haridi waktu mi'raj.
- Keadaan-Nya yang mendengar
- Mustahil Alloh SWT ﻛﻮﻧﻪ ﺃﺻﻢ Keadaan-Nya yang tuli
- Mustahil Alloh SWT ﻛﻮﻧﻪ ﺃﺻﻢ Keadaan-Nya yang tuli
18. Samii’un
ﻛﻮﻧﻪ ﺃﺻﻢ Keadaan-Nya yang tuli
Samii’un berarti bahwa Allah Maha Mendengar, maka mustahil Allah tuli tidak mendengar. Dalilnya sama dengan sifat “sama”. Allah melihat semu aperbuatan hamba.Oleh karena itu orang yang beriman harus menjaga tingkah laku dan perbuatannya dari perbuatan buruk atau maksiat.
- Keadaan-Nya yang hidup
- Mustahil Alloh SWT ﻛﻮﻧﻪ ﻣﻴﺘﺎ Keadaan-Nya yang mati
- Mustahil Alloh SWT ﻛﻮﻧﻪ ﻣﻴﺘﺎ Keadaan-Nya yang mati
17. Hayyun
Artinya Maha Hidup, maka mustahil Allah mati. Dalilnya sama dengan dalil sifat”Hayat”
Dalilnya firmanAllah st surat Al-Furqoon 58 :
58. dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, danbertasbihlah dengan memuji-Nya. dan cukuplah Dia Maha mengetahui dosa-dosahamba-hamba-Nya.
- Keadaan-Nya yang mengetahui
- Mustahil Alloh SWT ﻛﻮﻧﻪ ﺟﺎﻫﻼ Keadaan-Nya yang bodoh
16. Aalimun
Artinya Maha mengetahui, maka mustahil tidak mengetahui. Dalilnya sama dengan dalilsifat Ilmu.
Dalilnya firman Allah swt ( Qs. An-Nisa : 176 ).
Merekameminta fatwa kepadamu (tentang kalalah)[387]. Katakanlah: "Allah memberi fatwakepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyaianak dan mempunyai saudara perempuan, Maka bagi saudaranya yang perempuan ituseperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai(seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, Maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkanoleh yang meninggal. dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) Saudara-saudara lakidan perempuan, Maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orangsaudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat.
dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
[387] kalalah ialah: seseorang mati yangtidak meninggalkan ayah dan anak.
Dalilnya firman Allah swt ( Qs. An-Nisa : 176 ).
Merekameminta fatwa kepadamu (tentang kalalah)[387]. Katakanlah: "Allah memberi fatwakepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyaianak dan mempunyai saudara perempuan, Maka bagi saudaranya yang perempuan ituseperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai(seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, Maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkanoleh yang meninggal. dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) Saudara-saudara lakidan perempuan, Maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orangsaudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat.
dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
[387] kalalah ialah: seseorang mati yangtidak meninggalkan ayah dan anak.
- Keadaan-Nya yang berkehendak menentukan
- Mustahil Alloh SWT ﻛﻮﻧﻪ مكرها Keadaan-Nya yang tidak menentukan (terpaksa)
Artinya yang maha Menentukan, maka mustahil Allah terpaksa. Dalilnya sama dengandalil sifat Irodat.
Dalilnya firman Allah swt surat Al-Baqarah : 20.
Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itumenyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpamereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkanpendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segalasesuatu.
Dalilnya firman Allah swt surat Al-Baqarah : 20.
Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itumenyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpamereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkanpendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segalasesuatu.
- Keadaan-Nya yang berkuasa
- Mustahil Alloh SWT ﻛﻮﻧﻪ ﻋﺎﺟﺰﺍ Keadaan-Nya yang lemah
14. Qoodirun
Artinya Maha kuasa, maka mustahil Allah lemah atau tidak kuasa.
Dalilnya dama dengansifat Qudrat.
Dalilnya firman Allah swt surat Al-Baqarah : 20.
Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itumenyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpamereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkanpendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segalasesuatu.
SIFAT 20 - صفات الله SIFAT ALLAH ( TAUHID )
- Berkata-kata
- Mustahil Alloh SWT ﺍﻟﺑﻜﻢ Bisu
- Mustahil Alloh SWT ﺍﻟﺑﻜﻢ Bisu
13. Kalam
Kalam artinya berkata-kata atau bercakap-cakap, maka mustahil bisu atau tidak berbicara.
Firman Allah swt surat An-Nisa 164 :
Firman Allah swt surat An-Nisa 164 :
Dan (kami telah mengutus) Rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentangmereka kepadamu dahulu, dan Rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang merekakepadamu. dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung [381].
[381] Allah berbicara langsung dengan Nabi Musa a.s. merupakan keistimewaan NabiMusa a.s., dan karena Nabi Musa a.s. disebut: Kalimullah sedang Rasul-rasul yanglain mendapat wahyu dari Allah dengan perantaraan Jibril. dalam pada itu NabiMuhammad s.a.w. pernah berbicara secara langsung dengan Allah pada malam haridi waktu mi'raj.
Tabir Mimpi - Daftar 20 Sifat Sifat Allah yang Wajib Di Ketahui
SIFAT 20 - صفات الله SIFAT ALLAH ( TAUHID )
- Ada
- Terdahulu
- Kekal / Abadi / Langgeng - Wujud selama-lamanya, tiada pengakhiran bagi kewujudan Allah
- Menyalahi atau berlainan bagi Allah dengan suatu yang baru ( Allah tidak sama dengan makhluk)
- Berdiri-Nya dengan sendiri
- Esa
- Berkuasa
- Berkehendak menentukan
- Mengetahui
- Hidup
- Mendengar
- Melihat
- Berkata-kata
- Keadaan-Nya yang berkuasa
- Keadaan-Nya yang berkehendak menentukan
- Keadaan-Nya yang mengetahui
- Keadaan-Nya yang hidup
- Keadaan-Nya yang mendengar
- Keadaan-Nya yang melihat
- Keadaan-Nya yang berkata-kata
Sifat Alloh SWT Bashor
12- Bashar ﺑﺼﺮ
- Melihat
- Mustahil Alloh SWT ﺍﻟﻌﻤﻲ Buta
12. Bashar
Bashar artinya Maha Melihat, maka mustahil Buta.
Dalilnya firman Allah swt surat Al-Hujuroot : 18
Dalilnya firman Allah swt surat Al-Hujuroot : 18
Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. dan Allah Mahamelihat apa yang kamu kerjakan.
SIFAT 20 - صفات الله SIFAT ALLAH ( TAUHID )
SIFAT 20 - صفات الله SIFAT ALLAH ( TAUHID )
Sifat Alloh SWT Sama'
11- Sama' ﺳﻤﻊ
- Mendengar
- Mustahil Alloh SWT ﺍﻟﺻمم Tuli
11. Sama’
Sama’ artinya Maha Mendengar, maka mustahil Tuli. Dalilnya firman Allah swt An- Nuur : 60.
Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung)yang tiada ingin kawin (lagi), Tiadalah atas mereka dosa menanggalkanpakaian
[1050] mereka dengan tidak (bermaksud) Menampakkan perhiasan, danBerlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi MahaBijaksana.
[1050] Maksudnya: pakaian luar yang kalau dibuka tidak Menampakkan aurat.
SIFAT 20 - صفات الله SIFAT ALLAH ( TAUHID )
SIFAT 20 - صفات الله SIFAT ALLAH ( TAUHID )
Sifat Alloh SWT Hayat
10- Hayat ﺣﻴﺎﺓ
- Hidup
- Mustahil Alloh SWT ﺍﻟﻤﻮﺕ Mati
10. Hayat
Hayat artinya Hidup, yakni bahwa Allah Maha Hidup dan mustahil mati. Dalilnya firmanAllah st surat Al-Furqoon 58 :
58. dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, danbertasbihlah dengan memuji-Nya. dan cukuplah Dia Maha mengetahui dosa-dosahamba-hamba-Nya.
SIFAT 20 - صفات الله SIFAT ALLAH ( TAUHID )
SIFAT 20 - صفات الله SIFAT ALLAH ( TAUHID )
Sifat Alloh SWT Ilmu
09- Ilmu ﻋﻠﻢ
- Mengetahui
- Mustahil Alloh SWT ﺟﻬﻞ Bodoh
9. Ilmu
Ilmu berarti bahwa Allah Maha mengetahui atas segala sesuatu. Jadi mustahil Allah bersifat bodoh atau tidak tahu. Dalalnya firman Allah swt ( Qs. An-Nisa : 176 ).
Merekameminta fatwa kepadamu (tentang kalalah)[387]. Katakanlah: "Allah memberi fatwakepadamu tentang kalalah (yaitu): jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyaianak dan mempunyai saudara perempuan, Maka bagi saudaranya yang perempuan ituseperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai(seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, Maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkanoleh yang meninggal. dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) Saudara-saudara lakidan perempuan, Maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orangsaudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat.
dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.
[387] kalalah ialah: seseorang mati yangtidak meninggalkan ayah dan anak.
SIFAT 20 - صفات الله SIFAT ALLAH ( TAUHID )
SIFAT 20 - صفات الله SIFAT ALLAH ( TAUHID )
Sifat Alloh SWT Irodah
08- Iradat ﺇﺭﺍﺩﺓ
- Berkehendak menentukan
- Mustahil Alloh SWT ﻛﺮﺍﻫﻪ Tidak berkemauan (terpaksa)
8. Irodat
ﻛﺮﺍﻫﻪ Tidak berkemauan (terpaksa)
Irodat berarti bahwa Allah berkehendak segala sesuatu atau bahwa Allah maha berkeinginan atas segala sesuatu. Jadi mustahil Allah terpaksa. Dalilnya firman Allah swtsurat Al-Buruuj : 16.
Sifat Alloh SWT Qudrot
07- Qudrat ﻗﺪﺭﺓ
- Berkuasa
- Mustahil Alloh SWT ﻋﺟﺰ Lemah
7. Qudrat
Qudrat berarti bahwa Allah Maha Kuasa, jadi mustahil Allah bersifat lemah atau tidak kuasa. Dalilnya firman Allah swt surat Al-Baqarah : 20.
Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itumenyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpamereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkanpendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segalasesuatu.
SIFAT 20 - صفات الله SIFAT ALLAH ( TAUHID )
SIFAT 20 - صفات الله SIFAT ALLAH ( TAUHID )
Sifat Alloh SWT Wahdahniah
06- Wahdaniah ﻭﺣﺪﺍﻧﻴﺔ
- Esa
- Mustahil Alloh SWT ﺗﻌﺪﺩ Lebih dari satu (berbilang)
6. Wahdaniyah
Wahdaniyah berarti bahwa Allah bersifat “Esa” dan tidak berbilang. Jadi mustahil Allah berbilang atau mempunyai jumlah tertentu. Dalilnya firman Allah swt surat Al –ikhlas
Sifat Alloh SWT Qiamuhu binafsih
05- Qiamuhu binafsih ﻗﻴﺎﻣﻪ تعال ﺑﻨﻔﺴﻪ
- Berdiri-Nya dengan sendiri
- Mustahil Alloh SWT ﻗﻴﺎﻣﻪ ﺑﻐﻴﺮﻩ Berdiri-Nya dengan yang lain
5. Qiyamuhu Binafsih
Artinya Allah berdiri sendiri, tidak membutuhkan pertolongan dari makhluk Nya. Jadimustahil bahwa Allah tidak berdiri sendiri atau membutuhkan pertolongan makhluk lain.Dalilnya Firman Allah swt surat Al-Ankabuut : 6.
Dan Barangsiapa yang berjihad, Maka Sesungguhnya jihadnya itu adalah untukdirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukansesuatu) dari semesta alam.
SIFAT 20 - صفات الله SIFAT ALLAH ( TAUHID )
SIFAT 20 - صفات الله SIFAT ALLAH ( TAUHID )
Sifat Alloh SWT Mukhoolafatul lil hawaadist
04- Mukhalafatuhu lilhawadist ﻣﺨﺎﻟﻔﺘﻪ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ
- Menyalahi atau berlainan bagi Allah dengan suatu yang baru ( Allah tidak sama dengan makhluk)
- Mustahil Alloh SWT ﻣﻤﺎﺛﻠﺘﻪ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ Menyerupai sesuatu
4. Mukhoolafatul lil hawaadist
Artinya bahwa Allah tidak sama dengan yang baru ( alam/makhluk). Jadi mustahil Allah bersifat sama dengan yang baru itu. Dalilnya firman Allah swt surat Asy-Syuuro ayat 11.
.9. dan Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah yang Maha Perkasa lagi MahaPenyayang.
23. Fir'aun bertanya: "Siapa Tuhan semesta alam itu?"
24. Musa menjawab: "Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antarakeduanya (Itulah Tuhanmu), jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayai-Nya".
25. berkata Fir'aun kepada orang-orang sekelilingnya: "Apakah kamu tidakmendengarkan?"
26. Musa berkata (pula): "Tuhan kamu dan Tuhan nenek-nenek moyang kamu yangdahulu".
27. Fir'aun berkata: "Sesungguhnya Rasulmu yang diutus kepada kamu sekalianbenar-benar orang gila".
28. Musa berkata: "Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada diantara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal".
75. Ibrahim berkata: "Maka Apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalukamu sembah,
76. kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu?,
77. karena Sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan semesta alam,
78. (Yaitu Tuhan) yang telah menciptakan Aku, Maka Dialah yang menunjuki Aku,
79. dan Tuhanku, yang Dia memberi Makan dan minum kepadaKu,
80. dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan Aku,
81. dan yang akan mematikan Aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),
82. dan yang Amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat".
83. (Ibrahim berdoa): "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku Hikmah dan masukkanlahaku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,
102. Maka Sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia) niscaya Kami menjadiorang-orang yang beriman".
104. dan Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah yang Maha Perkasa lagi MahaPenyayang.
105. kaum Nuh telah mendustakan Para rasul.
106. ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidakbertakwa?107. Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,108. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
109. dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; Upahkutidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
110. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku".
111. mereka berkata: "Apakah Kami akan beriman kepadamu, Padahal yangmengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?".
112. Nuh menjawab: "Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan?
113. perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku,kalau kamu menyadari.
114. dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman.
115. aku (ini) tidak lain melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan".
116. mereka berkata: "Sungguh jika kamu tidak (mau) berhenti Hai Nuh, niscayabenar-benar kamu akan Termasuk orang-orang yang dirajam"
23. Fir'aun bertanya: "Siapa Tuhan semesta alam itu?"
24. Musa menjawab: "Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antarakeduanya (Itulah Tuhanmu), jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayai-Nya".
25. berkata Fir'aun kepada orang-orang sekelilingnya: "Apakah kamu tidakmendengarkan?"
26. Musa berkata (pula): "Tuhan kamu dan Tuhan nenek-nenek moyang kamu yangdahulu".
27. Fir'aun berkata: "Sesungguhnya Rasulmu yang diutus kepada kamu sekalianbenar-benar orang gila".
28. Musa berkata: "Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada diantara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal".
75. Ibrahim berkata: "Maka Apakah kamu telah memperhatikan apa yang selalukamu sembah,
76. kamu dan nenek moyang kamu yang dahulu?,
77. karena Sesungguhnya apa yang kamu sembah itu adalah musuhku, kecuali Tuhan semesta alam,
78. (Yaitu Tuhan) yang telah menciptakan Aku, Maka Dialah yang menunjuki Aku,
79. dan Tuhanku, yang Dia memberi Makan dan minum kepadaKu,
80. dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan Aku,
81. dan yang akan mematikan Aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),
82. dan yang Amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat".
83. (Ibrahim berdoa): "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku Hikmah dan masukkanlahaku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,
102. Maka Sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia) niscaya Kami menjadiorang-orang yang beriman".
104. dan Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah yang Maha Perkasa lagi MahaPenyayang.
105. kaum Nuh telah mendustakan Para rasul.
106. ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidakbertakwa?107. Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,108. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
109. dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; Upahkutidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
110. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku".
111. mereka berkata: "Apakah Kami akan beriman kepadamu, Padahal yangmengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?".
112. Nuh menjawab: "Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan?
113. perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku,kalau kamu menyadari.
114. dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman.
115. aku (ini) tidak lain melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan".
116. mereka berkata: "Sungguh jika kamu tidak (mau) berhenti Hai Nuh, niscayabenar-benar kamu akan Termasuk orang-orang yang dirajam"
117. Nuh berkata: "Ya Tuhanku, Sesungguhnya kaumku telah mendustakan aku;
118. Maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka, danselamatkanlah aku dan orang-orang yang mukmin besertaku".
119. Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapalyang penuh muatan.
120. kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal.
121. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaanAllah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
122. dan Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
123. kaum 'Aad telah mendustakan Para rasul.
124. ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidakbertakwa?125. Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
126. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
127. dan sekali-kali aku tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; Upahku tidaklain hanyalah dari Tuhan semesta alam..
140. dan Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
141. kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul.
142. ketika saudara mereka, shaleh, berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidakbertakwa?
143. Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
144. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
145. dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu, Upahku tidaklain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
146. Adakah kamu akan dibiarkan tinggal disini (di negeri kamu ini) dengan aman,
147. di dalam kebun-kebun serta mata air,
148. dan tanam-tanaman dan pohon-pohon korma yang mayangnya lembut.
149. dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumahdengan rajin;
150. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
151. dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang melewati batas,
152. yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak Mengadakan perbaikan".
153. mereka berkata: "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orangyang kena sihir;
154. kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami; Maka datangkanlahsesuatu mukjizat, jika kamu memang Termasuk orang-orang yang benar".
155. Shaleh menjawab: "Ini seekor unta betina, ia mempunyai giliran untukmendapatkan air, dan kamu mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air di hariyang tertentu.
156. dan janganlah kamu sentuh unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yangmenyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar".
157. kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal,
158. Maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benarterdapat bukti yang nyata. dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman.
159. dan Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah yang Maha Perkasa lagi MahaPenyayang.
160. kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul,
161. ketika saudara mereka, Luth, berkata kepada mereka: mengapa kamu tidakbertakwa?"
162. Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
163. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku
118. Maka itu adakanlah suatu keputusan antaraku dan antara mereka, danselamatkanlah aku dan orang-orang yang mukmin besertaku".
119. Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapalyang penuh muatan.
120. kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal.
121. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaanAllah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
122. dan Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
123. kaum 'Aad telah mendustakan Para rasul.
124. ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidakbertakwa?125. Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
126. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
127. dan sekali-kali aku tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; Upahku tidaklain hanyalah dari Tuhan semesta alam..
140. dan Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.
141. kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul.
142. ketika saudara mereka, shaleh, berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidakbertakwa?
143. Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
144. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
145. dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu, Upahku tidaklain hanyalah dari Tuhan semesta alam.
146. Adakah kamu akan dibiarkan tinggal disini (di negeri kamu ini) dengan aman,
147. di dalam kebun-kebun serta mata air,
148. dan tanam-tanaman dan pohon-pohon korma yang mayangnya lembut.
149. dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumahdengan rajin;
150. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
151. dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang melewati batas,
152. yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak Mengadakan perbaikan".
153. mereka berkata: "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orangyang kena sihir;
154. kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami; Maka datangkanlahsesuatu mukjizat, jika kamu memang Termasuk orang-orang yang benar".
155. Shaleh menjawab: "Ini seekor unta betina, ia mempunyai giliran untukmendapatkan air, dan kamu mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air di hariyang tertentu.
156. dan janganlah kamu sentuh unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yangmenyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar".
157. kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal,
158. Maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benarterdapat bukti yang nyata. dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman.
159. dan Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah yang Maha Perkasa lagi MahaPenyayang.
160. kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul,
161. ketika saudara mereka, Luth, berkata kepada mereka: mengapa kamu tidakbertakwa?"
162. Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
163. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku
164. dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; Upahku tidaklain hanyalah dari Tuhan semeta alam.
165. mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia,
166. dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkankamu adalah orang-orang yang melampaui batas".
167. mereka menjawab: "Hai Luth, Sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu Termasuk orang-orang yang diusir"
168. Luth berkata: "Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu".
169. (Luth berdoa): "Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat)perbuatan yang mereka kerjakan".
175. dan Sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dialah yang Maha Perkasa lagi MahaPenyayang.
191. dan Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah yang Maha Perkasa lagi MahaPenyayang.bagi mereka, bahwa Para ulama Bani Israil mengetahuinya?
198. dan kalau Al Quran itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golonganbukan Arab,
199. lalu ia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya merekatidak akan beriman kepadanya.
200. Demikianlah Kami masukkan Al Quran ke dalam hati orang- orang yangdurhaka.
201. mereka tidak beriman kepadanya, hingga mereka melihat 'azab yang pedih,
202. Maka datanglah 'azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidakmenyadarinya,
220. Sesungguhnya Dia adalah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui..
[1073] Ialah huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al Quran seperti: Alif laam miim, Alif laam raa, Alif laam miim shaad dansebagainya. diantara Ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepadaAllah karena dipandang Termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yangmenafsirkannya. golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagainama surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanyauntuk menarik perhatian Para Pendengar supaya memperhatikan Al Quran itu, danuntuk mengisyaratkan bahwa Al Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arabyang tersusun dari huruf-huruf abjad. kalau mereka tidak percaya bahwa Al Quranditurunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad s.a.w. semata-mata, Makacobalah mereka buat semacam Al Quran itu.
[1074] Maksudnya: penduduk Mekah
[1075] Maksudnya: ayat-ayat Al Quran yang baru diturunkan.
[1076] Maksudnya: agar Harun itu diangkat menjadi Rasul untuk membantunya.
165. mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia,
166. dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkankamu adalah orang-orang yang melampaui batas".
167. mereka menjawab: "Hai Luth, Sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu Termasuk orang-orang yang diusir"
168. Luth berkata: "Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu".
169. (Luth berdoa): "Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat)perbuatan yang mereka kerjakan".
175. dan Sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dialah yang Maha Perkasa lagi MahaPenyayang.
191. dan Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dialah yang Maha Perkasa lagi MahaPenyayang.bagi mereka, bahwa Para ulama Bani Israil mengetahuinya?
198. dan kalau Al Quran itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golonganbukan Arab,
199. lalu ia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya merekatidak akan beriman kepadanya.
200. Demikianlah Kami masukkan Al Quran ke dalam hati orang- orang yangdurhaka.
201. mereka tidak beriman kepadanya, hingga mereka melihat 'azab yang pedih,
202. Maka datanglah 'azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidakmenyadarinya,
220. Sesungguhnya Dia adalah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui..
[1073] Ialah huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al Quran seperti: Alif laam miim, Alif laam raa, Alif laam miim shaad dansebagainya. diantara Ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepadaAllah karena dipandang Termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yangmenafsirkannya. golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagainama surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanyauntuk menarik perhatian Para Pendengar supaya memperhatikan Al Quran itu, danuntuk mengisyaratkan bahwa Al Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arabyang tersusun dari huruf-huruf abjad. kalau mereka tidak percaya bahwa Al Quranditurunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad s.a.w. semata-mata, Makacobalah mereka buat semacam Al Quran itu.
[1074] Maksudnya: penduduk Mekah
[1075] Maksudnya: ayat-ayat Al Quran yang baru diturunkan.
[1076] Maksudnya: agar Harun itu diangkat menjadi Rasul untuk membantunya.
[1077] Musa mengatakan Dia berdosa terhadap orang-orang Mesir adalah menurutanggapan orang-orang Mesir itu, karena sebenarnya Musa tidak berdosa sebab Diamembunuh orang Mesir itu tidak dengan sengaja. selanjutnya Lihat surat Al Qashashayat 15.
[1078] Nabi Musa a.s. tinggal bersama Fir'aun kurang lebih 18 tahun, sejak kecil.
[1079] Maksudnya: ialah perbuatan Nabi Musa a.s. membunuh orang Qibti.selanjutnya Lihat surat Al Qashash ayat 15.
[1080] Yaitu di waktu pagi di hari yang dirayakan.
[1081] Maksudnya: ialah bahwa mereka mengharapkan benar- benar ahli sihir Itulahyang akan menang.[1082] Maksudnya: tali temali dan tongkat-tongkat yang dilemparkan ahli sihir ituyang terbayang seolah-olah menjadi ular, semuanya ditelan oleh tongkat Musa yangbenar-benar menjadi ular.
[1083] Maksudnya: memotong tangan kanan dan kaki kiri atau sebaliknya.
[1084] Dengan pengejaran Fir'aun dan kaumnya untuk menyusul Musa dan BaniIsrail, Maka mereka telah ke luar dari negeri mereka dengan meninggalkan kerajaan,kebesaran, kemewahan dan sebagainya.
[1085] Maksudnya Allah akan memberikan kepada Bani Israil kerajaan yang kuat,kerasulan dan sebagainya di negeri yang telah dijanjikan (Palestina).
[1086] Yang dimaksud: golongan yang lain ialah Fir'aun dan kaumnya. maksud ayatialah di bagian yang terbelah itu Allah memperdekatkan antara Fir'aun dan kaumnyadengan Musa dan Bani Israil.
[1087] Maksudnya: untuk bermewah-mewah dan memperlihatkan kekayaan.
[1088] Yang dimaksud dengan penduduk Aikah ialah penduduk Mad-yan Yaitu kaumNabi Syu'aib a.s.
[1089] Yang dimaksud dengan ayat ini ialah bahwa sebagian penyair-penyair itu sukamempermainkan kata-kata dan tidak mempunyai tujuan yang baik yang tertentu dantidak punya pendirian.
[1078] Nabi Musa a.s. tinggal bersama Fir'aun kurang lebih 18 tahun, sejak kecil.
[1079] Maksudnya: ialah perbuatan Nabi Musa a.s. membunuh orang Qibti.selanjutnya Lihat surat Al Qashash ayat 15.
[1080] Yaitu di waktu pagi di hari yang dirayakan.
[1081] Maksudnya: ialah bahwa mereka mengharapkan benar- benar ahli sihir Itulahyang akan menang.[1082] Maksudnya: tali temali dan tongkat-tongkat yang dilemparkan ahli sihir ituyang terbayang seolah-olah menjadi ular, semuanya ditelan oleh tongkat Musa yangbenar-benar menjadi ular.
[1083] Maksudnya: memotong tangan kanan dan kaki kiri atau sebaliknya.
[1084] Dengan pengejaran Fir'aun dan kaumnya untuk menyusul Musa dan BaniIsrail, Maka mereka telah ke luar dari negeri mereka dengan meninggalkan kerajaan,kebesaran, kemewahan dan sebagainya.
[1085] Maksudnya Allah akan memberikan kepada Bani Israil kerajaan yang kuat,kerasulan dan sebagainya di negeri yang telah dijanjikan (Palestina).
[1086] Yang dimaksud: golongan yang lain ialah Fir'aun dan kaumnya. maksud ayatialah di bagian yang terbelah itu Allah memperdekatkan antara Fir'aun dan kaumnyadengan Musa dan Bani Israil.
[1087] Maksudnya: untuk bermewah-mewah dan memperlihatkan kekayaan.
[1088] Yang dimaksud dengan penduduk Aikah ialah penduduk Mad-yan Yaitu kaumNabi Syu'aib a.s.
[1089] Yang dimaksud dengan ayat ini ialah bahwa sebagian penyair-penyair itu sukamempermainkan kata-kata dan tidak mempunyai tujuan yang baik yang tertentu dantidak punya pendirian.
(dia) Pencipta langit dan bumi. dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan- pasangan (pula), dijadikan- Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. tidak ada sesuatupun yang serupa denganDia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan Melihat.
SIFAT 20 - صفات الله SIFAT ALLAH ( TAUHID )
SIFAT 20 - صفات الله SIFAT ALLAH ( TAUHID )
Sifat Allah SWT Baqo
- Kekal / Abadi / Langgeng - Wujud selama-lamanya, tiada pengakhiran bagi kewujudan Allah
- Mustahil ﻓﻨﺎﺀ Berubah-ubah (akan binasa)
3. Baqo’
Baqo’ berarti “kekal” maka mustahil Allah bersifat “fana” atau binasa. Dalilnya firmanAllah swt surat Ar-Rahman ayat 27.
Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.
SIFAT 20 - صفات الله SIFAT ALLAH ( TAUHID )
SIFAT 20 - صفات الله SIFAT ALLAH ( TAUHID )
Sifat Allah SWT Qidam
02- Qidam ﻗﺪﻡ
- Terdahulu
- Mustahil Bagi Allah SWT Baru ﺣﺪﻭﺙ
Qidam berarti “ Dahulu “ yakni ada tanpa awal dan akhir, maka mustahil Allah didahuluioleh makhluk lain. Dalilnya firman Allah swt surat Al-Hadid ayat 3.
Dialah yang Awal dan yang akhir yang Zhahir dan yang Bathin[1452]; dan Dia Mahamengetahui segala sesuatu.[1452] Yang dimaksud dengan: yang Awal ialah, yang telah ada sebelum segalasesuatu ada, yang akhir ialah yang tetap ada setelah segala sesuatu musnah, yangZhahir ialah, yang nyata adanya karena banyak bukti- buktinya dan yang Bathin ialahyang tak dapat digambarkan hikmat zat-Nya oleh akal.
SIFAT 20 - صفات الله SIFAT ALLAH ( TAUHID )
SIFAT 20 - صفات الله SIFAT ALLAH ( TAUHID )
Sifat Wujud Allah SWT
01- Wujud ﻭﺟﻮﺩ
- Ada
Mustahil Allah SWT Tiada ﻋﺪﻡ
Wujud artinya “ada” , maka mustahil Allah bersifat “tiada”. Dalilnya firman Allah swt surat As-Sajadah ayat 4.
Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanyadalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy[1188]. tidak ada bagikamu selain dari padanya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberisyafa'at[1189]. Maka Apakah kamu tidak memperhatikan?[1188] Bersemayam di atas 'Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuaidengan kebesaran Allah dsan kesucian-Nya.[1189]
Syafa'at: usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi oranglain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. syafa'at yang tidakditerima di sisi Allah adalah syafa'at bagi orang-orang kafir
SIFAT 20 - صفات الله SIFAT ALLAH ( TAUHID )
SIFAT 20 - صفات الله SIFAT ALLAH ( TAUHID )
Tabir Mimpi - Pengertian Berjihad dan Dasar Huku Berjihad
Allah mengilhamkan kepada jiwa manusia (jalan) kefasikan/kedurhakaan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
(QS. Asy-Syams (91):ayat 8,9,10)
Begitu firman Allah dalam surat Asy-Syams ayat 8,9,10, yang artinya diri manusia memiliki potensi kebaikan dan keburukan.
| Illustrasi Jihad |
Kami tidak menciptakan langit dan bumi, dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main. Sekiranya hendak membuat suatu permainan, tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian (tentulah Kami telah melakukannya). Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil, lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaan bagi kamu menyifati (Allah dengan sifat yang tidak layak). (QS Al-Anbiya' [21]: 16-18)
Islam datang membawa nilai-nilai kebaikan dan menganjurkan manusia agar menghiasi diri dengannya, serta memerintahkan manusia agar memperjuangkannya hingga mengalahkan kebatilan. Atau seperti bunyi ayat di atas, melontarkan yang hak kepada yang batil hingga mampu menghancurkannya. Tapi hal itu tak dapat terlaksana dengan sendirinya, kecuali melalui perjuangan.
Istilah Al-Quran untuk menunjukkan perjuangan adalah kata jihad. Sayangnya, istilah ini sering disalahpahami atau dipersempit artinya.
MAKNA JIHAD
Kata jihad terulang dalam Al-Quran sebanyak empat puluh satu kali dengan berbagai bentuknya. Menurut Ibnu Faris (w. 395 H) dalam bukunya Mu'jam Al-Maqayis fi Al-Lughah, "Semua kata yang terdiri dari huruf j-h-d, pada awalnya mengandung arti kesulitan atau kesukaran dan yang mirip dengannya."
Kata jihad terambil dari kata jahd yang berarti "letih/sukar." Jihad memang sulit dan menyebabkan keletihan. Ada juga yang berpendapat bahwa jihad berasal dari akar kata "juhd" yang berarti "kemampuan". Ini karena jihad menuntut kemampuan, dan harus dilakukan sebesar kemampuan. Dari kata yang sama tersusun ucapan "jahida bir-rajul" yang artinya "seseorang sedang mengalami ujian". Terlihat bahwa kata jihad mengandung makna ujian dan cobaan, hal yang wajar karena jihad memang merupakan ujian dan cobaan bagi kualitas seseorang.
Makna-makna kebahasaan dan maksudnya di atas dapat dikonfirmasikan dengan beberapa ayat Al-Quran yang berbicara tentang jihad. Firman Allah berikut ini menunjukkan betapa jihad merupakan ujian dan cobaan:
Apakah kamu menduga akan dapat masuk surga padahal belum nyata bagi Allah orang yang berjihad di antara kamu dan (belum nyata) orang-orang yang sabar (QS Ali 'Imran [3]: 142).
Demikian terlihat, bahwa jihad merupakan cara yang ditetapkan Allah untuk menguji manusia. Tampak pula kaitan yang sangat erat dengan kesabaran sebagai isyarat bahwa jihad adalah sesuatu yang sulit, memerlukan kesabaran serta ketabahan. Kesulitan ujian atau cobaan yang menuntut kesabaran itu dijelaskan rinciannya antara lain dalam surat Al-Baqarah ayat 214:
Apakah kamu menduga akan dapat masuk surga padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya (yang dialami) oleh orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncang aneka cobaan sehingga berkata Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya. "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" ingatlah pertolongan Allah amat dekat (QS Al-Baqarah [2]: 214).
Dan sungguh pasti kami akan memberi cobaan kepada kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang bersabar (QS Al-Baqarah [2]: 155).
Jihad juga mengandung arti "kemampuan memberi". Karena itu jihad adalah pengorbanan, dan dengan demikian sang mujahid tidak menuntut atau mengambil tetapi memberi semua yang dimilikinya. Ketika memberi, dia tidak berhenti sebelum tujuannya tercapai atau yang dimilikinya habis.
Orang-orang munafik mencela orang-orang Mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan mencela juga orang-orang yang tidak memiliki sesuatu untuk disumbangkan (kecuali sedikit) sebesar kemampuan mereka. Orang-orang munafik menghina mereka. Allah akan membalas penghinaan mereka, dan bagi mereka siksa yang pedih (QS Al-Tawbah [9]: 79).
Jihad merupakan aktivitas yang unik, menyeluruh, dan tidak dapat dipersamakan dengan aktivitas lain --sekalipun aktivitas keagamaan. Tidak ada satu amalan keagamaan yang tidak disertai dengan jihad. Paling tidak, jihad diperlukan untuk menghambat rayuan nafsu yang selalu mengajak pada kedurhakaan dan pengabaian tuntunan agama.
Seorang Mukmin pastilah mujahid, dan tidak perlu menunggu izin atau restu untuk melakukannya. Dan jihad merupakan perwujudan identitas kepribadian Muslim. Al-Quran menegaskan,
Barang siapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya untuk dirinya sendiri (berakibat kemaslahatan baginya) (QS Al-Ankabut [29]: 6).
Karena jihad adalah perwujudan kepribadian, maka tidak dibenarkan adanya jihad yang bertentangan dengan fitrah kemanusiaan. Bahkan bila jihad dipergunakan untuk memaksa berbuat kebatilan, harus ditolak sekalipun diperintahkan oleh kedua orangtua.
Apabila keduanya (ibu bapak) berjihad (bersungguh-sungguh hingga letih memaksamu) untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu, yang tidak ada bagimu pengetahuan tentang itu (apalagi jika kamu telah mengetahui bahwa Allah tidak boleh dipersekutukan dengan sesuatu pun), jangan taati mereka, namun pergauli keduanya di dunia dengan baik ... (QS Luqman [31]. 15).
Mereka yang berjihad pasti akan diberi petunjuk dan jalan untuk mencapai cita-citanya.
Orang-orang yang berjihad di jalan kami, pasti akan Kami tunjukkan pada mereka jalan-jalan Kami (QS Al-Ankabut [29]: 69).
Terakhir dan yang terpenting dari segalanya adalah bahwa jihad harus dilakukan demi Allah, bukan untuk memperoleh tanda jasa, pujian, apalagi keuntungan duniawi. Berulang-ulang Al-Quran menegaskan redaksi fi sabilihi (di jalan-Nya). Bahkan Al-Quran surat Al-Hajj ayat 78 memerintahkan:
Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. (QS. Al-Hajj ayat 78)
Kesimpulannya, jihad adalah cara-cara positif untuk mencapai tujuan yaitu melaksanakan dan mengamalkan perintah Allah SWT serta menjauhi larangan-Nya. Jihad tidak mengenal putus asa, menyerah, kelesuan, tidak pula pamrih. Tetapi jihad tidak dapat dilaksanakan tanpa modal, karena itu jihad mesti disesuaikan dengan modal yang dimiliki.
Karena jihad harus dilakukan dengan modal, maka mujahid tidak mengambil, tetapi memberi. Bukan mujahid yang menanti imbalan selain dari Allah, karena jihad diperintahkan semata-mata demi Allah. Jihad menjadi titik tolak seluruh upaya berbuat kebaikan dan beramal; karenanya jihad adalah puncak segala aktivitas amal dan kebaikan.
MACAM-MACAM JIHAD
Seperti telah dikemukakan, terjadi kesalahpahaman dalam memahami istilah jihad. Jihad biasanya hanya dipahami dalam arti perjuangan fisik atau perlawanan bersenjata. Ini mungkin terjadi karena sering kata itu baru terucapkan pada saat-saat perjuangan fisik. Memang diakui bahwa salah satu bentuk jihad terkecil adalah perjuangan fisik/perang, tetapi harus diingat bahwa banyak jihad yang lebih besar yaitu melakukan berbagai amal dengan harta yang dimilikinya, dan jihad yang terbesar adalah melawan hawa nafsu (mengendalikan hawa nafsu); sebagaimana sabda Rasulullah saw ketika beliau baru saja kembali dari medan pertempuran.
Kita kembali dari jihad terkecil menuju jihad terbesar, yakni jihad melawan hawa nafsu.
Kesalahpahaman pengertian dan makna jihad, disuburkan juga oleh terjemahan yang kurang tepat terhadap ayat-ayat Al-Quran yang berbicara tentang jihad dengan anfus dan harta benda. Kata anfus sering diterjemahkan sebagai jiwa Terjemahan Departemen Agama RI pun demikian. Memang, kata anfus dalam Al-Quran memiliki banyak arti. Ada yang diartikan sebagai nyawa, di waktu lain sebagai hati, yang ketiga bermakna jenis, dan ada pula yang berarti "totalitas manusia" tempat terpadu jiwa dan raganya, serta segala sesuatu yang tidak dapat terpisah darinya.
Al-Quran mempersonifikasikan wujud seseorang di hadapan Allah dan masyarakat dengan menggunakan kata nafsi. Jadi tidak salah jika kata itu dalam konteks jihad dipahami sebagai totalitas manusia, sehingga kata nafs mencakup nyawa, emosi, pengetahuan, tenaga, pikiran, bahkan waktu dan tempat yang berkaitan dengannya, karena manusia tidak dapat memisahkan diri dari kedua hal itu. Pengertian ini, diperkuat dengan adanya perintah dalam Al-Quran untuk berjihad tanpa menyebutkan nafs atau harta benda (antara lain QS Al-Hajj: 78).
Rasulullah saw bersabda, "Jahiduw ahwa akum kama tujahiduna 'ada akum" (Berjihadlah menghadapi nafsumu sebagaimana engkau berjihad menghadapi musuhmu).
Dalam banyak ayat di Al-Quran disebutkan musuh-musuh yang dapat menjerumuskan manusia kedalam kejahatan, yaitu setan dan nafsu manusia sendiri. Keduanya harus dihadapi dengan perjuangan.
Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya dia merupakan musuh yang nyata bagimu (QS Al-Baqarah [2]: 168).
Hawa nafsu pun diperingatkan agar tidak diikuti sekehendak hati.
Siapa lagi yang lebih sesat daripada yang mengikuti hawa nafsunya, tanpa petunjuk dan Allah? (QS Al-Qashash [28]: 50).
Nabi Yusuf diabadikan Al-Quran ucapannya: Aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan) karena sesungguhnya (hawa) nafsu selalu mendorong kepada kejahatan kecuali yang diberi rahmat oleh Tuhanku (QS Yusuf [12]: 53)
Dapat dikatakan bahwa sumber dari segala kejahatan adalah setan yang sering memanfaatkan kelemahan nafsu manusia. Ketika manusia tergoda oleh setan, ia menjadi jahat, munafik, dan menderita penyakit-penyakit hati.
BERJIHAD MENGHADAPI MUSUH (SETAN DAN NAFSU)
Seperti dikemukakan di muka, sumber segala kejahatan adalah setan yang sering menggunakan kelemahan nafsu manusia. Setan adalah nama yang paling populer di antara nama-nama si perayu kejahatan. Begitu populernya sehingga menyebut namanya saja, terbayanglah, kejahatan itu. Nama setan dikenal dalam ketiga agama samawi: Yahudi, Nasrani, dan Islam. Konon kata setan berasal dari bahasa ibrani, yang berarti "lawan/musuh." Tetapi, barangkali juga berasal dari bahasa Arab, syaththa yang berarti "tepi", dan syatha yang berarti "hancur dan terbakar", atau syathatha yang berarti "melampaui batas".
Setan, karena jauh dari rahmat Allah, akan hancur dan terbakar di neraka. Setan selalu di tepi, memilih yang ekstrem dan melampaui batas. Bukankah seperti sabda Nabi saw, "Khair al-umur al-wasath" (Sebaik-baik sesuatu itu adalah yang moderat, yang di tengah). Serta banyak ayat dalam Al-Quran yang senantiasa mengingatkan untuk tidak melampaui batas.
Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al-A'raaf (Al-A'raf) [7] : ayat 55)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al-Maaidah (Al-Maidah) [5] : ayat 87)
Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal. (QS. Thaahaa (Thaha) [20] : ayat 127)
Sudah pasti bahwa apa yang kamu seru supaya aku (beriman) kepadanya tidak dapat memperkenankan seruan apapun baik di dunia maupun di akhirat. Dan sesungguhnya kita kembali kepada Allah dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka itulah penghuni neraka. (QS. Al-Mu'min (Al-Mu'min) [40] : ayat 43)
Dan bahwasanya: orang yang kurang akal daripada kami selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah, (QS. Al-Jin (Al-Jinn) [72] : ayat 4)
Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih. (QS. Asy-Syuura (Asy-Syura) [42] : ayat 42)
Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al-Mu'minuun (Al-Mu'minun) [23] : ayat 7)
Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Huud (Hud) [11] : ayat 112)
Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya. Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas. (QS. Al-An'aam (Al-An'am) [6] : ayat 119)
Setan terjahat bernama iblis. Sebagian pakar Barat berpendapat bahwa kata iblis asalnya adalah dari bahasa Yunani Diabolos yang mengandung arti memasuki dua pihak untuk menghasut dan memecah belah. Diabolos adalah gabungan Dia yang berarti ketika, dan Ballein yang berarti melontar. Dari bahasa Arab, iblis diduga terambil dari akar kata ablasa yang berarti putus harapan, karena iblis telah putus harapannya masuk ke surga. Demikian tulis Abbas Al-Aqqad dalam bukunya, iblis.
Yang jelas Allah SWT tidak menciptakan setan secara sia-sia. Sejak manusia mengenalnya, sejak itu pula terbuka lebar pintu kebaikan bagi manusia, karena dengan mengenalnya, dan mengetahui sifat-sifatnya, manusia dapat membedakan yang baik dan yang buruk. Bahkan dapat mengenal substansi kebaikan. Kebaikan bukan sekadar sesuatu yang tidak jelek atau jahat, bukan pula sekadar lawan kejelekan atau kejahatan. Wujud kebaikan baru nyata pada saat kejahatan yang ada itu diabaikan, lalu dipilihlah yang baik. Itu sebabnya manusia melebihi malaikat, karena kejahatan tidak dimiliki malaikat, sehingga mereka tidak dapat tergoda. Manusia dapat menjadi setan pada saat ia enggan memilih yang baik lalu merayu yang lain untuk memilih kejahatan.
Ketika iblis (setan) dikutuk Allah, ia bersumpah di hadapan-Nya: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi (merayu) mereka dari muka dan dan belakang, dan kanan dan kiri mereka, dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)" (QS Al-A'raf [7]: 16-17).
Ayat ini mengisyaratkan bahwa setan akan menghadang dan merayu manusia dari empat penjuru: depan, belakang, kanan dan kiri, sehingga tinggal dua penjuru yang aman, yaitu arah atas lambang kehadiran Allah SWT, dan arah bawah lambang kesadaran manusia akan kelemahannya di hadapan Allah SWT. Manusia harus berlindung kepada Allah, sekaligus menyadari kelemahannya sebagai makhluk, agar dapat selamat dari godaan dan rayuan setan.
Ulama-ulama menggambarkan godaan setan seperti serangan virus, yaitu seseorang tidak akan terjangkiti olehnya selama memiliki kekebalan tubuh. Imunisasi menjadi cara terbaik untuk memelihara diri dari penyakit jasmani. Kekebalan jiwa diperoleh saat berada di arah "atas" maupun "bawah". Ini menjadi dasar Al-Quran memerintahkan manusia untuk berta'awwudz memohon perlindungan-Nya saat terasa ada godaan, sebagaimana dalam berjihad seorang Muslim dianjurkan banyak berzikir..
Al-Quran surat terakhir menggambarkan setan sebagai al-waswas al-khannas. Kata al-waswas pada mulanya berarti suara yang sangat halus, lantas makna ini berkembang hingga diartikan bisikan-bisikan hati. Biasanya dipergunakan untuk bisikan-bisikan negatif, karena itu sebagian ulama tafsir memahami kata ini sebagai setan. Menurut mereka setan sering membisikkan rayuan dan jebakannya ke dalam hati seseorang
Kata al-khannas terambil dari kata khanasa yang berarti kembali, mundur, melempem, dan bersembunyi. Dalam surat An-Nas, kata tersebut dapat berarti:
(a) Setan kembali menggoda manusia pada saat manusia lengah dan melupakan Allah, atau
(b) Setan mundur dan tidak berdaya pada saat manusia berzikir dan mengingat Allah.
Pendapat kedua ini didukung hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari --walaupun dalam bentuk mu'allaq berasal dari ibnu Abbas-- yang berkata bahwa Nabi saw bersabda: "Sesungguhnya setan itu bercokol di hati putra Adam. Apabila berzikir, setan itu mundur menjauh, dan bila ia lengah, setan berbisik".
Di atas telah dikemukakan bahwa setan, baik dari jenis jin dan manusia selalu berupaya untuk membisikkan rayuan dan ajakan negatif, yang dalam surat An-Nas disebut yuwaswisu fi shudurin-nas. Dalam konteks ini, Al-Quran mengingatkan:
Dan jika kamu ditimpa godaan setan, berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, bila mereka ditimpa waswas setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (menyadari) kesalahan-kesalahannya. (QS Al-A'raf [7]: 200-201)
Tidak mudah membedakan antara rayuan setan dan nafsu manusia. Ulama-ulama, khususnya para sufi, menekankan bahwa pada hakikatnya manusia tidak mengetahui gejolak nafsu dan bisikan hati, kecuali bila dapat melepaskan diri dari pengaruh gejolak tersebut. Al-Tustari seorang sufi agung menyatakan: "Tidak mengetahui bisikan syirik kecuali orang Muslim, tidak mengetahui bisikan kemunafikan kecuali orang Mukmin, demikian juga bisikan kebodohan kecuali yang berpengetahuan, bisikan kelengahan kecuali yang ingat, bisikan kedurhakaan kecuali yang taat, dan bisikan dunia kecuali dengan amalan akhirat".
Bisikan-bisikan tersebut dapat ditolak dengan jihad, yang dilakukan dengan menutup pintu-pintu masuknya, atau dengan mematahkan semua kekuatan kejahatannya.
Banyak pintu masuk bisikan negatif ke dalam dada manusia, antara lain:
1. Prasangka buruk terhadap Allah SWT dan ambisi yang menggunakan cara-cara negatif untuk mencapainya.
Ini melahirkan budaya mumpung serta kekikiran. Pintu masuk tersebut dapat ditutupi dengan keyakinan terhadap kemurahan Ilahi (Allah), serta rasa puas (bersyukur dan ikhlas) terhadap hasil usaha maksimal yang halal.
2. Kikir.
Pintu ini dapat tertutup dengan menyadari bahwa harta yang kita miliki sebenarnya titipan (amanah) Allah SWT. Bila kita kikir (tidak mengamalkannya) maka Allah SWT otomatis "tidak percaya" kepada kita, sehingga harta tersebut akan diambil kembali oleh-Nya. Sebaliknya bila kita dermawan maka Allah SWT otomatis "semakin percaya" kepada kita, sehingga menambah jumlah titipan (harta) tersebut kepada kita, dan semakin ditambah lagi jika kita mampu mengamalkannya.
3. Memperkecil dosa atau kebaikan.
Sehingga mengantarkan yang bersangkutan melakukan dosa dengan alasan dosa kecil, atau enggan berbuat baik dengan alasan malu karena amat sederhana. Ini mesti ditampik dengan menyadari terhadap siapa dosa dilakukan, yakni terhadap Allah. Juga kesadaran bahwa Allah tidak menilai bentuk perbuatan semata-mata, tetapi pada dasarnya menilai niat dan sikap pelaku.
4. Sombong karena merasa lebih dari orang lain.
Pintu masuk ini dapat dikunci dengan kesadaran bahwa kelebihan yang kita miliki itu hanya titipan (amanah) Allah kepada kita dan sewaktu-waktu dapat diambil-Nya kembali. Selain itu juga kesadaran bahwa kondisi dan situasinya bisa berbalik 180 derajat, dalam arti misalkan saat ini kita lebih dibanding orang lain, maka suatu saat bisa berbalik, orang lain tersebut yang akan melebihi kita. Tentu saja bila kita senantiasa rendah hati dan mengamalkan kelebihan tersebut, maka kelebihan tadi akan semakin bertambah.
5. Melaksanakan ibadah (amal) bukan karena Allah SWT, tetapi karena Riya' (ingin dipuji).
Hal ini dapat dihindari dengan berusaha selalu ingat kepada Allah setiap melakukan ibadah (amal) atau aktifitas sehari-hari, sekaligus berusaha ikhlas dan bersyukur kepada Allah SWT. Dan menyadari bahwa Allah tidak menerima ibadah (amal) seseorang yang dilakukan bukan karena Allah SWT.
Sufi besar Al-Muhasibi menjelaskan bahwa setan amat pandai menyesuaikan bisikannya dengan kondisi manusia yang dirayunya. Orang-orang durhaka digodanya dengan mendorong yang bersangkutan meninggalkan ketaatan kepada Allah dan dibisikan kepadanya bahwa perbuatannya (yang buruk) adalah baik/indah. Upaya setan itu biasanya langsung mendapat sambutan mangsanya.
Adapun terhadap orang yang taat kepada Allah, bisikan setan dilakukan dengan cara mendorong agar meninggalkan amalan-amalan dengan berbagai dalih, misalnya, jangan terlalu banyak memberi sedekah karena boros; atau sudah cukup banyak memberi dan jangan ditambah lagi; bahkan menimbulkan pikiran-pikiran yang dapat mengurangi nilai amal ibadah. Hal-hal tersebut dapat dicegah dengan selalu mengingat Allah (dzikir), melaksanakan tuntunan-tuntunannya, serta menyadari kelemahan, dan kebutuhan manusia kepada-Nya.
Di sisi lain perlu diingat bahwa kemiskinan, kebodohan, dan penyakit merupakan senjata~senjata setan sekaligus menjadi iklim yang mengembangbiakkan virus-virus kejahatan.
Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan, sedangkan Allah menjanjikan kamu ampunan dan karunia. Allah Mahaluas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui (QS Al-Baqarah [2]: 268).
Kejahatan yang sering tidak disadari manusia adalah "kikir".
Manusia dituntut berjihad melawan segala macam rayuan setan, menyiapkan iklim dan lokasi yang sehat untuk menghalangi tersebarnya wabah dan virus yang diakibatkan olehnya.
Referensi
- Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA., Wawasan Al-Quran, Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat, Penerbit Mizan, Bandung, 1997.
- Dr. Syauqi Abu Khalil, Atlas Al-Quran, Membuktikan Kebenaran Fakta Sejarah yang Disampaikan Al-Qur'an secara Akurat disertai Peta dan Foto, Dar al-Fikr Damaskus, Almahira Jakarta, 2008.
- Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA, Dr. Ahmad Qodri Abdillah Azizy, MA, Dr. A. Chaeruddin, SH., etc. Ensiklopedi Tematis Dunia Islam, Penerbit PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, Jakarta, 2008, Editor : Prof. Dr. Taufik Abdullah, Prof. Dr. M. Quraish Shihab, Prof. Dr. H. Ahmad Sukardja, MA.
- Sami bin Abdullah bin Ahmad al-Maghluts, Atlas Sejarah Para Nabi dan Rasul, Mendalami Nilai-nilai Kehidupan yang Dijalani Para Utusan Allah, Obeikan Riyadh, Almahira Jakarta, 2008.
- Tim DISBINTALAD (Drs. A. Nazri Adlany, Drs. Hanafi Tamam, Drs. A. Faruq Nasution), Al-Quran Terjemah Indonesia, Penerbit PT. Sari Agung, Jakarta, 2004
- Departemen Agama RI, Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Al-Quran, Syaamil Al-Quran Terjemah Per-Kata, Syaamil International, 2007.
- alquran.bahagia.us, al-quran.bahagia.us, dunia-islam.com, Al-Quran web, PT. Gilland Ganesha, 2008.
- Muhammad Fu'ad Abdul Baqi, Mutiara Hadist Shahih Bukhari Muslim, PT. Bina Ilmu, 1979.
- Al-Hafizh Zaki Al-Din 'Abd Al-'Azhum Al Mundziri, Ringkasan Shahih Muslim, Al-Maktab Al-Islami, Beirut, dan PT. Mizan Pustaka, Bandung, 2008.
- M. Nashiruddin Al-Albani, Ringkasan Shahih Bukhari, Maktabah al-Ma'arif, Riyadh, dan Gema Insani, Jakarta, 2008.
- Al-Bayan, Shahih Bukhari Muslim, Jabal, Bandung, 2008.
- Muhammad Nasib Ar-Rifa'i, Kemudahan dari Allah, Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir, Maktabah al-Ma'arif, Riyadh, dan Gema Insani, Jakarta, 1999.










































